Minggu, 31 Mei 2015

TUGAS SOFTSKILL 3: ETIKA PROFESI

Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
Kelas   : 4ID04
NPM    : 32411950

Tugas Etika Profesi
(Resensi Kasus Tentang Implementasi Standar Manajemen Di Suatu Perusahaan)

Judul Jurnal         : Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO) 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas Jaya Sanur (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Apartment & Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel).
Sumber Rujukan : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No.1, Februari 2013, Universitas Udayana, Denpasar.
Link                     : (melalui situs resmi) http://ojs.unud.ac.id/index.php/jieits/article/view/5096/3883

Penulis Jurnal       : Made Arya Wira Santosa, Rai. Widhiawati, dan Gede Astawa Diputra

Resensi Jurnal:
Jurnal dengan judul “Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO) 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas” ini dibuat oleh alumni Teknik Sipil Universitas Udayana, yaitu Made Arya Wira Santosa, dengan dosen Teknik Sipil Universitas Udayana, yaitu Rai Widhiawati dan Gede Astawa Diputra. Jurnal ini membahas tentang penerapan standar sistem mutu ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh PT. Tunas Jaya Sanur dengan implementasinya terhadap studi kasus pada proyek pembangunan Apartment & Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel, di Kuta-Badung. PT. Tunas Jaya Sanur adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, dan perusahaan tersebut telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008. Standar manajemen ISO 9001:2008 adalah hasil revisi dari sistem manajemen ISO 9001 pada tahun 2008, yang secara garis besar tidak terlalu jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu ISO 9001:2000. Perbedaannya secara signifikan terletak pada efektivitas proses yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, namun merupakan standar sistem manajemen kualitas, dimana sistem ISO ini berprinsip pada TQM (Total Quality Management). Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimanakah penerapan standar mutu ISO 9001:2008 yang dilaksanakan oleh PT. Tunas Jaya Sanur dalam proyek pembangunan Apartment Sea Sentosa, serta faktor-faktor apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapannya. Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 terdiri dari 8 klausul, namun dalam jurnal ini yang akan dibahas implementasinya hanya klausul 4 (Sistem Manajemen Mutu), klausul 5  (Tanggung Jawab Manajemen), klausul 6  (Manajemen Sumber Daya), klausul 7 (Realisasi Produk), dan klausul 8 (Pengukuran Analisis dan Peningkatan). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data primer melalui kuisioner dan wawancara serta data sekunder dengan observasi. Dalam menganalisa data hasil kuisioner dan wawancara, dilakukan penilaian/scoring menggunakan perhitungan Skala Libert. Kuisioner diisi oleh responden terpilih, yaitu Project Manager Sea Sentosa, Site Manajer Sea Sentosa, Pelaksana Lapangan Sea Sentosa 1, dan Pelaksana Lapangan Sea Sentosa 1. Hasil rekapitulasi menggunakan Skala Likert untuk penerapan Klausul 4 adalah 85,20% , untuk Klausul 5 sebesar 78,24%, untuk Klausul 6 sebesar 82,64%, untuk Klausul 7 sebesar 91,20%, dan untuk Klausul 8 sebesar 91,18%, maka jika dirata-ratakan, tingkat penerapan ISO 9001:2008 pada PT. Tunas Jaya Sanur pada proyek pembangunan Apartment&Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel adalah sebesar 85,69% (termasuk kategori Baik Sekali, 81%<Skor<100%). Faktor-faktor yang menjadi kendala penerapan ISO 9001:2008 pada PT. Tunas Jaya Sanur adalah tenaga kerja (SDM) karena tenaga kerja sering mengabaikan kebijakan mutu yang telah ada, metode atau prosedur kerja, dan material berupa form atau dokumen.

Minggu, 26 April 2015

TUGAS SOFTSKILL 2: ETIKA PROFESI

Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
NPM   : 32411950
Kelas   : 4ID04

TUGAS ETIKA PROFESI
(Tentang "Titel Sarjana" dan "Kejujuran")


Apa arti Titel Sarjana buat Anda?
            Mendapatkan Titel Sarjana buat saya merupakan hal yang benar-benar ingin saya capai dalam hidup ini, bahkan dalam waktu dekat ini. Menjadi Sarjana akan memberikan saya kelegaan pada diri sendiri bahwa saya setidaknya sudah membuktikan satu hal bahwa saya mampu melakukan sesuatu yang besar, yaitu lulus tepat waktu dan menjadi Sarjana. Saya berharap kedua orangtua saya akan bangga dan saya berjanji pada diri sendiri untuk lulus dengan nilai yang baik sehingga tidak mengecewakan beliau. Hal itu akan menjadi salah satu keberhasilan yang mampu saya capai dalam hidup.

Mendapatkan Titel Sarjana tentunya hal yang diinginkan oleh banyak orang. Bagi saya, mendapatkan gelar sarjana itu penting, bagi saya hal itu merupakan suatu motivasi untuk pencapaian hidup dan pengalaman yang lebih baik. Itu adalah buah hasil yang melegakan dan membanggakan bagi usaha dan kerja keras saya selama menjalani 4 tahun kuliah. Dan tentunya kuliah adalah kegiatan yang menyenangkan, meskipun juga sulit untuk dijalankan karena banyak menyita waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Namun selama hampir 4 tahun ini, saya berusaha menikmatinya dari semester 1 sampai semester 8 sekarang. Oleh karena itu menjadi Sarjana adalah hal yang sudah saya tunggu-tunggu.

Titel sarjana itu sendiri mungkin akan memberikan saya kesempatan yang besar untuk bisa bekerja nanti, mungkin akan memberikan (setidaknya sedikit) kemudahan bagi saya untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. Dengan titel Sarjana Teknik, tentunya saya ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan yang saya ambil, yaitu Teknik Industri.  Saya berharap dengan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang teknik, dan dengan ‘modal’ titel Sarjana serta ilmu yang saya dapatkan dari akademik dan non-akademik, saya bisa memperoleh gaji/penghasilan yang baik, yang memang layak/seharusnya diperoleh seseorang yang mempunyai gelar Sarjana. Karena bagi saya mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang baik, akan mengubah hidup siapapun menjadi lebih baik, bahkan meningkatkan taraf hidup seseorang. Dan hal itu jugalah yang saya inginkan dalam hidup saya. 

Kebanyakan orang mencari titel Sarjana sekedar untuk mendapatkan ‘gengsi’ bagi jati dirinya, namun seharusnya tidaklah cukup bagi seseorang mendapatkan pekerjaan dengan hanya bermodalkan gelar Sarjana, tapi tidak dibarengi dengan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan moral dalam bersosialisasi. Bagi saya menjadi seorang Sarjana Teknik Industri, seharusnya mempunyai makna baru bagi hidup, bukan hanya sebagai pelengkap status sosial, namun juga sebagai seseorang yang harus mempunyai tanggung jawab moral yang besar. Dalam hal apapun, terutama dalam pekerjaan yang nantinya akan dijalani sebagai seorang Sarjana atau lulusan Teknik Industri. Jadi, pencapaian terhadap gelar Sarjana dan pekerjaan apapun yang diperoleh karenanya, bukanlah alasan kita untuk menjadi manusia yang sombong, namun justru kita harus selalu bersyukur pada pencapaian apapun yang Tuhan berikan kepada kita selama ini. Menjadi seorang Sarjana atau lulusan Teknik Industri, seharusnya memberikan motivasi kepada kita untuk mampu melakukan hal yang benar-benar berguna bagi banyak orang, bahkan menciptakan sesuatu yang baru untuk keberlangsungan hidup banyak orang dan bagi kebaikan perusahaan tempat kita bekerja nantinya.



Apa arti Kejujuran buat hidup Anda?
            Kejujuran buat saya adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Kejujuran memberikan makna bagi kehidupan kita, terutama dalam hidup sehari-hari. Kejujuran adalah hal yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun yang hidup di dunia ini, hidup jujur sebagai seorang manusia dan hidup jujur sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Menurut saya, kejujuran adalah salah satu sifat manusia yang penuh kebaikan dan seringkali berdampak positif. Setiap manusia yang mempunyai sifat jujur, baik dalam hal kecil maupun hal besar, pasti mempunyai hidup yang jauh lebih baik (terutama dalam rohani-nya) dibandingkan dengan manusia yang suka berbohong dalam hidup sehari-harinya. Kejujuran harus diajarkan pada siapa saja, bahkan pada anak-anak. Sangat penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang nilai-nilai kejujuran dan memberikan contoh yang baik, sedari anak-anak itu masih dini/kecil. Dengan begitu seorang anak dapat tumbuh menjadi manusia yang hidup jujur dan penuh dengan kebaikan.

Bagi saya, dengan berperilaku dan berkata jujur, itu menandakan bahwa kita bertanggung jawab dalam pilihan/keputusan atau tindakan yang telah kita lakukan. Sesuatu terjadi dengan benar, namun kita mengatakan hal yang sebaliknya dengan berbohong, adalah bentuk tindakan yang tidak bertanggung jawab. Tindakan yang akan mengecewakan banyak orang pada akhirnya, termasuk diri sendiri.  Ataupun sebaliknya, sesuatu terjadi dengan salah, namun kita berbohong dengan mengatakan semuanya baik-baik saja, juga akan memberi dampak buruk, mungkin tidak buruk pada saat itu juga, tapi seiring berjalannya waktu kebohongan akan terbongkar dan semuanya tidak akan lagi ‘baik-baik saja’.
Meskipun dengan kejujuran, tidak semua hal yang terjadi dapat berjalan dengan lancar ataupun memberi dampak yang baik. Karena terkadang kejujuran menjadi hal yang menyakitkan bagi sebagian orang. Makna atau maksud dari sesuatu yang ingin disampaikan dalam bentuk kejujuran terkadang justru dapat membuat orang lain sakit hati, meskipun kita sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan orang tersebut. Namun kita harus percaya bahwa dengan berkata dan berperilaku jujur, walaupun tidak selalu baik pada saat itu, tapi semua akan kembali ke jalan yang benar pada saatnya, dan kita akan memetik hikmah yang sungguh baik dan nikmat pada waktunya nanti. Bukankah ada pepatah, “lebih baik jujur tapi menyakitkan, daripada hidup nikmat tapi dalam kebohongan”.

Di jaman sekarang ini, banyak tindakan ketidakjujuran terjadi dimana-mana, bahkan terjadi pada aparat pemerintah yang banyak KKN dengan alasan politik, yang seharusnya justru menjujung tinggi nilai-nilai moral bangsa. Maka sekecil apapun bentuk kejujuran pasti mempunyai arti yang besar. Dan orang yang berani jujur di tengah-tengah maraknya kebohongan adalah orang yang berjiwa besar dan patut dibanggakan, karena kita harus memiliki keberanian yang sangat besar untuk bisa hidup jujur, terutama di jaman sekarang ini.
Jadi, kejujuran bagi hidup saya adalah hal yang perlu selalu saya terapkan dalam hidup. Kejujuran adalah hal yang sangat penting. Kita harus jujur pada siapa saja, terutama pada orangtua, keluarga, pasangan, sahabat, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Dalam hal apapun, baik dalam perilaku maupun kata-kata. Hidup jujur menandakan kita menghargai setiap bentuk kehidupan di bumi ini. Orang akan melihat kita sebagai warisan orangtua kita masing-masing. Hidup jujur dalam keseharian kita, maka secara tidak langsung akan membanggakan orangtua kita, dan itu hal yang sudah sepatutnya dilakukan untuk membuktikan pada siapapun bahwa kita adalah hasil didikan yang baik dari orangtua kita. Bahwa orangtua kita adalah sosok yang harus dihormati karena mengajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anaknya, terutama nilai kejujuran itu sendiri.




Selasa, 31 Maret 2015

TUGAS SOFTSKILL 1: ETIKA PROFESI

ETIKA PROFESI 
(KEPAKARAN SEORANG TEKNIK INDUSTRI, KARAKTER TIDAK BERETIKA, DAN AKTIVITAS TIDAK BERETIKA PROFESIONAL)

Nama: Fransiska Putri Sekarmayang
NPM: 32411950
Kelas: 4ID04

1.  Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri?
Jawab:
Kepakaran dari seorang teknik industri adalah ahli dalam memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada bidang lapangan pekerjaan. Seorang sarjana teknik industri belajar untuk me-manage suatu sistem yang terintegrasi serta memperbaiki sistem tersebut secara berkelanjutan. Dalam melakukan pekerjaannya, aspek yang tentunya harus mampu dikuasai oleh seorang sarjana teknik industri adalah aspek ergonomi, antropologi, optimasi, teori keputusan, manajemen proyek, sistem produksi, pengendalian kualitas, bahkan statistika sebagai dasar ilmu industri. Oleh karena itu sarjana teknik industri dituntun untuk selalu belajar hal-hal yang baru dan berpikiran terbuka, karena ilmu teknik industri berkembang dengan sangat cepat. Kepakaran lain dari seorang sarjana teknik industri yaitu harus mampu melakukan perancangan, analisis, dan perbaikan dari sistem terintegrasi yang terdiri atas elemen-elemen seperti manusia, material, peralatan, biaya, dan energi agar tercapai suatu tujuan tertentu yang optimal, efektif (tepat guna), dan efisien.

2. Tuliskan karakter-karakter tidak beretika menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)?
Jawab:
1.    Memotong perkataan orang (menyela), hal ini oleh sebagain besar orang dianggap tidak sopan. Ada baiknya kita bersikap santun dengan menunggu lawan bicara selesai berbicara daripada menyela perkataan orang tersebut. Menyela atau memotong perkataan seseorang memungkinkan lawan bicara kita tersinggung dan merasa tidak dihargai, orang yang suka menyela perkataan orang lain akan dianggap hanya memikirkan ego sendiri untuk berbicara dan tidak memikirkan orang lain untuk memberikan kesempatan berbicara hingga selesai.
2.    Menggunakan gadget pada saat rapat atau pada saat perkumpulan, pada jaman sekarang seringkali disebut-sebut istilah “dekat di mata, namun jauh di hati”. Hal ini biasanya dikarenakan adanya teknologi yang semakin berkembang, salah satunya yaitu gadget, dampak buruknya adalah pada saat ada rapat penting di sebuah kantor atau perkumpulan dengan teman atau keluarga, seringkali kita “asyik” dengan dunia sendiri. Hal ini akan dianggap tidak sopan dan orang lain akan berpikir bahwa kita menutup diri dari lingkungan sosial yang sesungguhnya.
3.    Bersendawa ketika makan di tempat umum, bersendawa keras sampai terdengar orang lain, terutama yang sedang berada di sekitarnya akan sangat mengganggu. Selain tidak enak didengar oleh orang sekitar dan dapat menimbulkan rasa mual bagi beberapa orang tertentu yang mendengarnya, juga tidak memungkinkan adanya bau tidak sedap yang tidak enak dihirup.
4.    Berbicara kasar, hal ini tentunya sangat tidak sopan dilakukan dan dapat dikatakan sangat tidak beretika, terutama ketika seseorang sedang berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki jabatan diatasnya. Sebaiknya jagalah perkataan, karena kualitas seseorangpenilaian seseorang selain dilihat dari penampilan, namun yang paling penting adalah dari cara sopan santun dalam berbicara.
5.    Membersihkan kotoran pada hidung atau telinga di depan umum, perilaku ini sama tidak sopannya dengan bersendawa di tempat umum. Hal ini dapat menjadi pemandangan yang tidak sedap dipandang mata oleh siapapun yang melihatnya. Meskipun sebagian orang ada yang menganggap perilaku ini adalah hal yang wajar, namun untuk sebagian besar orang hal ini sangat mengganggu karena dianggap jorok atau tidak bersih.

3. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisa)?
Jawab:
1.    Jurnalis yang menulis berita secara tidak netral dengan memihak pada satu figur, golongan, atau kalangan tertentu. Hal ini merupakan contoh aktivitas tidak beretika yang dilakukan oleh seorang profesional. Seorang jurnalis diharuskan membuat berita yang netral dan tidak memihak pada pihak manapun agar tidak berdampak pada kericuhan ataupun tidak merubah cara pandang para pembaca berita dengan berita yang dirasa tidak adil apabila berpihak pada satu pihak tertentu saja, bisa jadi pihak lain merasa dirungikan.
2.    Hakim yang rela disuap untuk meringankan atau menghilangkan hukuman untuk tersangka dalam suatu kasus kejahatan. Pada jaman sekarang ini dimana-mana telah terjadi tindak korupsi baik di lingkungan sekitar maupun lingkungan profesional, pada pemerintahan misalnya banyak kasus yang memberitakan hakim yang tidak memiliki etika dalam bekerja dengan rela untuk disuap. Hakim haruslah bersikap adil ketika melakukan atau mendakwa suatu keputusan tanpa dipengaruhi ataupun berpihak pada salah satu pihak tertentu. Hakim harus bersikap netral dan berpegang teguh pada hukum yang harusnya ditegakkan.
3.    Operator yang bekerja di bagian QC (quality control) meloloskan suatu produk yang sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini termasuk dalam aktivitas tidak beretika yang dilakukan oleh profesional. Aktivitas ini dapat berdampak sangat buruk bagi perusahaan tempat operator tersebut bekerja. Apabila sampel produk yang cacat tersebut sudah sampai ke tangan konsumen atau pasaran, dan terjadi pengaduan konsumen yang cukup serius maka secara tidak langsung akan menjatuhkan nama baik perusahaan tersebut. Hal ini dalam jangka panjang dapat berakibat pada turunnya kinerja perusahaan dan atau bangkrutnya perusahaan.
4.    Seorang atasan yang melakukan tindakan tidak etis demi kepentingan pribadi. Hal ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang mempunyai wewenang ataupun jabatan tinggi di sebuah perusahaan, misalnya mempengaruhi orang-orang yang berada dalam lingkup pekerjaannya untuk melakukan hal buruk yang serupa dengannya, yang dianggap tidak etis. Hal ini terjadi karena dalam kehidupan sosial seringkali berlaku pedoman tidak tertulis bahwa apa yang dilakukan atasan akan menjadi contoh bagi anak buahnya. Tidak beretika bagi seorang atasan melakukan hal tersebut, apalagi demi kepentingan diri sendiri karena akan merugikan kepentingan perusahaan atau suatu pihak tertentu.
5.    Seorang psikolog yang menceritakan rahasia pribadi subjek/pasiennya kepada orang lain. Hal ini sangat bertentangan dengan kode etik sebagai seorang psikolog. Sudah seharusnya seorang psikolog menjaga kerahasiaan dari cerita pribadi subjek/pasiennya karena hal tersebut mungkin menjadi aib atau pengalaman buruk bagi seseorang, oleh karena itu psikolog harus bersimpati untuk memahami kesukaran-kesukaran pasiennya dengan tidak menceritakan rahasia pribadi si pasien tersebut.

Referensi:
https://diy4h.wordpress.com/40/




Kamis, 22 Januari 2015

Sekilas Tulisan Tentang Kewirausahaan

A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
    Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.
Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :
Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.


B. IMBALAN DALAM WIRAUSAHA
Tiap orang tertarik kepada kewirausahaan kerena berbagai imbalan yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar : Laba, Kebebasan, dan kepuasan dalam menjalani hidup.

1. Imbalan Berupa Laba
Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan imbalan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Dengan demikian imbalan berupa laba merupakan motofasi yang kuat bagi wirausaha tertentu.
Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut, tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas.

2. Imbalan Berupa Kebebasan
Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan imbalan lain bagi seorang wirausaha. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir kewirausahaan, seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri, memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri.

3. Imbalan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup
Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil.


C. KARAKTERISITK WIRAUSAHA
Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju/sukses. Gooffrey G. Meredith (1996; 5-6) mengemungkakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut :
(Sumber:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil01q-wz2735t0701OIbNEbSJGkWMZ7ByExDGNDk3AmRTb9h2xlEAOIa6N31oJmgfmSexwsPu1ihGDqj2Vp-skgIBYWwAIFc41slvZNqtOZkeMmm7YUzH2STqgA9cP9tBPfaZJgYAsbS0/s1600/Ciri-ciri+dan+Watak.jpg)

Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan delapan karakteristik yang meliputi :
  1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
  2. Lebih memilih risiko yang moderat.
  3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
  4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera
  5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
  6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
  7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
  8. Selalu menilai prestasi dengan uang.

D.OBJEK STUDY KEWIRAUSAHAAN.
Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soparman Soemahamidjaja (dalam Suryana, 2009:4) bahwa kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi:
  • Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup/usaha tersebut perlu perenungan, koreksi yang kemudian berulang-ulang di baca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemauannya
  • Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala
  • Kemampuan untuk berinisiatif yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif
  • Kebiasaan berinisiatif yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan piranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat.
  • Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
  • Kemampuan untuk mengukur waktu dan membiasakn diri untuk selalu tepat waktu dalam segala hal tindakannya melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan
  • Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama
  • Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun yang menyajikan.


Sumber referensi: 
-http://vinsensiusmasinhu.blogspot.com/2014/04/tentang-kewirausahaan.html
-http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-kewirausahaan.html

Minggu, 07 Desember 2014

TUGAS SOFTSKILL 2 (MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN)

TUGAS SOFTSKILL
Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
Kelas   : 4ID04
NPM   : 32411950

1.    Sebutkan dan jelaskan tujuan perencanaan organisasional.
       Jawaban: Perencanaan organisasional adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan perencanaan organisasional adalah sebagai berikut:
a.    Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
b.    Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional

2.    Henry fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, sebutkan.
       Jawaban: Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :
1.        Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.        Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3.        Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.        Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.        Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.        Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.        Mendefinisikan tugas-tugas.
8.        Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.        Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.    Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.    Mempertahankan disiplin.
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.    Mengakui adanya satu komando.
14.    Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15.    Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16.    Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

3.    Sebutkan keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja.
Keuntungan Pembagian Tenaga Kerja:
1.        Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2.        Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
3.        Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
4.        Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian Pembagian Tenaga Kerja:
1.        Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2.        Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun

4.    Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai? Sebutkan.
       Jawaban: Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
3. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4. Rantai komando yang lengkap
5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer


Sumber: http://muhamadf.blogspot.com/2014/01/pengertian-perencanaan-organisasi.html

Minggu, 19 Oktober 2014

Tugas Softskill Kewirausahaan

TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN

Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
Kelas   : 4ID04
NPM   :32411950

1.        Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Kewirausahaan berasal dari bahasa Inggris yaitu “ Entrepreneurship”. Kata entrepreneur sebenarnya berasal dari kata Perancis, entreprendre yang berarti “undertake.” Kewirausahaan atau  atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
 Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusunoperasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Ada 3 jenis perilaku wirausaha yaitu:
a.         Memulai inisiatif.
Memulai inisiatif berarti memiliki pola pikir yang luas dan kreatif serta suatu tekad yang bulat ingin berwirausaha.
b.        Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis.
Artinya seorang wirausaha harus mampu merubah semua faktor yang mempengaruhi dalam kelangsungan usahanya secara praktis untuk menunjang kelancaran usahanya.
c.         Diterimanya resiko.
Seorang wirausaha juga harus bisa meenerima segala resiko dalam menjalankan usahanya yaitu suatu kegagalan dalam usahanya.

2.        Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa.
-Karakteristiknya menurut Mc Clelland:
a.    Keinginan untuk berprestasi
b.    Keinginan untuk bertanggung jawab
c.    Preferensi kepada resiko-resiko menengah
d.   Persepsi kepada kemungkinan berhasil
e.    Rangsangan oleh umpan balik
f.     Aktivitas energik
g.    Orientasi ke masa depan
h.    Keterampilan dalam pengorganisasian
i.      Sikap terhadap uang
-Karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi :
a.    Kemampuan inovatif
b.    Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
c.    Keinginan untuk berprestasi
d.   Kemampuan perencanaan realistis
e.    Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
f.     Obyektivitas
g.    Tanggung jawab pribadi
h.    Kemampuan beradaptasi
i.      Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

3.  Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
a.  Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
b.  Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
c.  Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
 Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.

4.        Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:
a.  Kebutuhan akan sumber penemuan.
b.  Hobi atau kesenangan pribadi.
c.  Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
d.  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
e.  Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
f.  Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

5.        Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:
a.       Biaya tetap
b.      Biaya variabel
c.       Biaya total
d.      Pendapatan total
e.       Keuntungan
f.       Kerugian
g.      Titik pulang pokok

6.        Bentuk Kepemilikan Bisnis , serta kelebihan dan kekurangannya:
1.Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
-Kelebihan :
·    Perseorangan tidak dikenakan pajak perusahaan.
·   Dalam melakukan pengelolaan perusahaan, pemilik juga menjadi bagian dari manajemen sehingga pengendalian internal tidak terlalu kompleks dan mudah diawasi oleh pemilik langsung.
·  Biaya yang rendah dalam pengelolaan, karena karyawan yang bekerja didalam perseorangan adalah si pemilik usaha.
·  Tidak memalui proses administrasi hukum yang terlalu kompleks, biasanya hanya sampai akte notaris, dan surat keterangan domisili dari kelurahan saja. tidak perlu melalui proses pembuatan SIUP, atau TDP ataupun hingga membutuhkan surat keputusan dari Menkeh dan HAM.
·      Proses pembentukan yang sangat cepat.
·       Apabila dalam bisnis perseorangan terjadi kerugian maka kompensasi kerugian dapat dimasukan dalam perhitungan pajak penghasilan pemilik.
-Kekurangan :
·      Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Artinya seluruh kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan.
·   Sumber keuangan terbatas. Karena pemiliknya hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya.
·   Kesulitan dalam manajemen. Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pengaturan karyawan dan sebagainya dipegang oleh seorang pimpinan. Ini lebih sulit apabila manajemen dipegang oleh beberapa orang.
·      Kelangsungan usaha kurang terjamin. Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut, atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya.

2.  Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
-Kelebihan :
·   Karena jumlah modalnya lebih besar dibandingkan dengan usaha perseorangan, badan usaha firma lebih mudah untuk memperluas usahanya.
·     Kemampuan manajemen badan usaha firma lebih besar karena adanya permbagian kerja di antara para anggota. Semua keputusannya diambil bersama-sama.
·        Badan usaha firma tidak memerlukan akte, jadi pendiriannya relatif lebih mudah.
-Kekurangan :
·         Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan.
·         Apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama maka secara otomatis badan usaha firma menjadi bubar sehingga kelangsungan perusahaan tidak menentu.
·       Jika salah satu anggota membuat kerugian, maka kerugian tersebut juga ditanggung oleh anggota yang lain.

3.  Perusahaan Komanditer / Commanditaire Vennotschaap / CV
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
-Kelebihan :
·      Pendiriannya relative mudah.
·      Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak.
·      Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar.
·      Manajemen dapat didiversifikasikan.
·      Kesempatan untuk berkembang lebih besar.
-Kekurangan :
·         Tanggung jawab tidak terbatas.
·         Kelangsungan hidup tidak terjamin.
·         Sukar untuk menarik kembali investasinya.

4.  Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun pemilik. Berbeda dengan bentuk badan usaha lainnnya, PT mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena perseroan ini akan tetap berjalan meskipun pendiri atau pemiliknya meninggal dunia. Tanda keikut-sertaan seseorang sebagai pemilik adalah saham yang dimilikinya. Makin besar saham yang dimiliki seseorang, makin besar pula peran dan kedudukannya sebagai pemilik perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.
-Kelebihan :
· Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang perusahaan.Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang saham dan kebetulan perusahaan punya utang, anda hanya bertanggung jawab sebesar modal yang anda setorkan. Tidak lebih.
·    Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada pemilik.
·         Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain.
·    Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya dengan mengeluarkan saham baru.
·         Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber modal secara lebih efisien. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap, bisa diganti dengan yang lebih cakap.
-Kekurangan :
·         PT merupakan subyek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan yang terkena pajak. Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan. Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan.
·  Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas, pendiriannya jauh lebih sulit dari bentuk kepemilikan usaha lainnya. Dalam pendiriannya, PT memerlukan akte notaris dan ijin khusus untuk usaha tertentu.
·         Biaya pembentukannya relatif tinggi.
·         Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada pemegang saham. Apalagi yang menyangkut laba perusahaan

7.  Dalam hubungannya denagan kewirausahaan, SDM merupakan Individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
1. Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2. Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

Langkah – langkah proses seleksi yang dilakukan diantaranya
1. PENERIMAAN PENDAHULUAN
Organisasi memilih karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi .bila pelamar  datang sendiri, wawancara pendahuluan dapat dilaukuakan untuk membantu menghilangkan kesalahpahaman dan menghindari pencarian informasi dari sumber tidak resmi (jalur belakang) dan selanjutnya memeriksa berkas -berkas informasi lamaran.
2. TES – TES PENERIMAAN
Tes -tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingakan dengan para pelamar lainnya dan para pekerja sekarang. Tes – tes penerimaan ini merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan paduannya anatara kemampuan, pengalaman, kepribadian pelamar, kegiatan kurikulum formal, prestasi yang diraih masa lalu dan persyaratan jabatan.
Agar tes dapat meloloskan pelamar harus Validitas dan reliabilitas, dimana Validitas bererti bahwa skor – skor tes mempunyai hubungan yang berarti dengan prestasi kerja  sedangkan Reliabilitas berarti bahwa tes seharusnya menghasilkan skor – skor secara konsisten setiap waktu seorang pelamar melekukannya. Bentuk – bentuk tes yang diadakan bermacam – macam diantarannya tes psikologi dimana tes tersebut mengukur kepribadian, bakat minat, kecerdasan dan keinginan berprestasi. Lalu ada tes pengetahuan dimana tes ini menguji informasi  atau pengetahuan para pelamar. Selain tes psikologi dan tes pengetahuan ada tes Performance Tests yaitu tes yang mengukur kemampuan para pelamar untuk melaksanakan berbagai bagian pekerjaan yang akan dipegangnya misalnya tes mengetik untuk menguji seberapa jauh para pelamar kecepatan mengetiknya.
3. WAWANCARA SELEKSI
Wawancara seleksi merupakan percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevalusikan hal dapat diterimanya atau tidak (acceptablity) seorang pelamar. Wawancara mempunyai  tingkat fleksibelitas tinggi karena dapat diterapkan baik kepada para calon karyawan manajemenrial atau operasional, berketerampilan tinggi atau rendah, maupun staf. Teknik ini memungkinkan pertukaran informasi 2 arah, pewawancara yang mempelajari pelamar dan sebaliknya pelamar mempelajari perusahaan. Tipe – tipe wawancara beragam ada wawancara individu dimana jumlah pewawancaranya cuma satu demikian juga jumlah pelamarnya, dan ada juga wawancara kelompok dimana jumlah pewawancaranya dua atau lebih dan pelamar satu, dua atau lebih. Format wawancara juga sangat beragam macamnya diantaranya :
·           Tidak terstruktur (Unstructured)
Pertanyaan – pertanyaan yang terjadi secara spontan dibuat selama wawancara berlangsung, berguna bila pewawancara berusaha untuk membantu orang yang diwawancara memecahkan masalah – masalah pribadi atau memahami mengapa dia tidak tepat untuk suatu pekerjaan.
·           Terstruktur (structured)
Suatu daftar pertanyaan ditentukan sebelumnya, biasanya diajaukan kepada semua pelamar. Berguna untuk memperoleh hasil – hasil yang valid terutama bila jumlah pelamar sangat banyak.
·           Campuran (mixed)
Kombinasi pertanyaan tidak terstruktur dan terstruktur. Menghasilkan jawaban – jawaban yang dapat dibandingkan dan pandangan – pandangan tajam.
·           Pemecahan Masalah
Pertanyaan yang dibatasi pada berbagai situasi hipotesis. Berguna untuk mengetahui penalaran dan kemampuan analitis pelemar dibawah kondisi stress yang moderat.
·           Stress interview
Serangkaian gertakan dalam pertanyaan yang dimaksud untuk membuat nervous pelamar. Berguna  untuk pekerjaan yang penuh stress seperti penangan keluhan – keluhan.
Kesalahan   – kesalahan wawancara bisa disebabkan oleh pewawancara atau orang yang diwawancarai diantaranya kesalahan wawancara sebagai berikut :
1. Halo Efect
Kesalahn ini terjadi bila pewawancara menggunakan informasi terbatas tentang pelamar untuk berprasangka dalam
evaluasi terhadap karakteristik – karakteristik lain pelamar. Misalnya seorang pelamar mempunyai senyuman yang
menarik (apalagi kalau cantik atau ganteng) dan simpatik diberlakuakan sebagai calon unggulan sebelum wawancara
dimulai.
2.  Leading questions
Kesalahan ini akibat pewawancara kurang tepat dalam memberi pertanyaan -pertanyaan wawancara. Misalnya apakah saudara setuju bahwa laba adalah penting?
3.  Personal biases
kesalahan ini merupakan hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kellompok – kelompok tertentu. Misalnya, saya lebih menyukai personalia penjualan yang berbadan tinggi.
4.  Dominasi pewawancara
Kesalahan ini terjadi karaena pewawancara menggunakan waktu untuk membual kepada pelamar, menyombongkan       keberhasilan, atau melakukan percakapan sosial. Misalnya, penggunaan waktu wawancara untuk menceritakan rencana –rencana perusahaan.
4. PEMERIKSAAN REFERENSI
Pemeriksaan referensi dilakukan dengan beberapa cara diantaranya Personal references yaitu    biasanya diberikan kepada keluarga atau teman – teman terdekat baik yang ditunjuk oleh pelamar  sendiri atau diminta perusahaan. Bila referensi diserahkan secara tertulis pemberi referensi biasanya hanya menekankan hal -hal positif. Oleh karena itu, referensi pribadi ini pada umunya jarang digunakan. Selain Personal references ada juga Employment references yaitu menyangkut latar belakang pekerja atau pengalaman pekerja.
5. EVALUASI MEDIS
Evaluasi medis ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena untuk mengetahui tingkat kesahatan karyawan dan kekuatan karayawan dalam menyelsaikan tugas – tugas pekerjaan nantinya. Di samping itu evaluasi medis memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya perawatan kesehatan, asuransi, mengetahui kesehatan fisik  dan bisa mengeatasi setress mental suatu pekerjaan
6. KEPUTUSAN PENERIMAAN
Keputusan penerimaan karyawan menandai berakhirnya proses seleksi, Hasil akhir ini adalah merupakan pemilihan karyawan – karyawan baru yang kompeten di bidangnya, keputusan penerimaan karyawan ini bisa di putuskan oleh bagian personalia, atasan, atau kedua – duanya saling memutuskan karyawan yang terbaik.. Bagi karyawan yang ditolak seharusnya perusahaan menyimpan blangko lamaran meraka untuk dijadikan informasi yang akan datang.
7. EVALUASI
Evaluasi karyawan baru harus diperhatikan dari absensi, prestasi kerja,dan kegiatan pekerjaan yang karyawan lakukan secara berkala untuk memaksimalkan produktifitas kerja. Hasil akhir penerimaaan karyawan baru ini bukan merupakan akhir suatu perusahaan berhasil tetapi merupakan awal perusahaan merintis kedepannya maju atau tidak.

Sumber-Sumber Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4111/ekma4111a/pengertian_kewirausahaan.htm
http://ut-manajemen.blogspot.com/2012/09/bentuk-bentuk-badan-usaha-kelebihan-dan.html