Tampilkan postingan dengan label etika profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label etika profesi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

TUGAS SOFTSKILL 3: ETIKA PROFESI

Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
Kelas   : 4ID04
NPM    : 32411950

Tugas Etika Profesi
(Resensi Kasus Tentang Implementasi Standar Manajemen Di Suatu Perusahaan)

Judul Jurnal         : Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO) 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas Jaya Sanur (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Apartment & Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel).
Sumber Rujukan : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No.1, Februari 2013, Universitas Udayana, Denpasar.
Link                     : (melalui situs resmi) http://ojs.unud.ac.id/index.php/jieits/article/view/5096/3883

Penulis Jurnal       : Made Arya Wira Santosa, Rai. Widhiawati, dan Gede Astawa Diputra

Resensi Jurnal:
Jurnal dengan judul “Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO) 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas” ini dibuat oleh alumni Teknik Sipil Universitas Udayana, yaitu Made Arya Wira Santosa, dengan dosen Teknik Sipil Universitas Udayana, yaitu Rai Widhiawati dan Gede Astawa Diputra. Jurnal ini membahas tentang penerapan standar sistem mutu ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh PT. Tunas Jaya Sanur dengan implementasinya terhadap studi kasus pada proyek pembangunan Apartment & Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel, di Kuta-Badung. PT. Tunas Jaya Sanur adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, dan perusahaan tersebut telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008. Standar manajemen ISO 9001:2008 adalah hasil revisi dari sistem manajemen ISO 9001 pada tahun 2008, yang secara garis besar tidak terlalu jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu ISO 9001:2000. Perbedaannya secara signifikan terletak pada efektivitas proses yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, namun merupakan standar sistem manajemen kualitas, dimana sistem ISO ini berprinsip pada TQM (Total Quality Management). Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimanakah penerapan standar mutu ISO 9001:2008 yang dilaksanakan oleh PT. Tunas Jaya Sanur dalam proyek pembangunan Apartment Sea Sentosa, serta faktor-faktor apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapannya. Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 terdiri dari 8 klausul, namun dalam jurnal ini yang akan dibahas implementasinya hanya klausul 4 (Sistem Manajemen Mutu), klausul 5  (Tanggung Jawab Manajemen), klausul 6  (Manajemen Sumber Daya), klausul 7 (Realisasi Produk), dan klausul 8 (Pengukuran Analisis dan Peningkatan). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data primer melalui kuisioner dan wawancara serta data sekunder dengan observasi. Dalam menganalisa data hasil kuisioner dan wawancara, dilakukan penilaian/scoring menggunakan perhitungan Skala Libert. Kuisioner diisi oleh responden terpilih, yaitu Project Manager Sea Sentosa, Site Manajer Sea Sentosa, Pelaksana Lapangan Sea Sentosa 1, dan Pelaksana Lapangan Sea Sentosa 1. Hasil rekapitulasi menggunakan Skala Likert untuk penerapan Klausul 4 adalah 85,20% , untuk Klausul 5 sebesar 78,24%, untuk Klausul 6 sebesar 82,64%, untuk Klausul 7 sebesar 91,20%, dan untuk Klausul 8 sebesar 91,18%, maka jika dirata-ratakan, tingkat penerapan ISO 9001:2008 pada PT. Tunas Jaya Sanur pada proyek pembangunan Apartment&Shopping Arcade Sea Sentosa Hotel adalah sebesar 85,69% (termasuk kategori Baik Sekali, 81%<Skor<100%). Faktor-faktor yang menjadi kendala penerapan ISO 9001:2008 pada PT. Tunas Jaya Sanur adalah tenaga kerja (SDM) karena tenaga kerja sering mengabaikan kebijakan mutu yang telah ada, metode atau prosedur kerja, dan material berupa form atau dokumen.

Minggu, 26 April 2015

TUGAS SOFTSKILL 2: ETIKA PROFESI

Nama   : Fransiska Putri Sekarmayang
NPM   : 32411950
Kelas   : 4ID04

TUGAS ETIKA PROFESI
(Tentang "Titel Sarjana" dan "Kejujuran")


Apa arti Titel Sarjana buat Anda?
            Mendapatkan Titel Sarjana buat saya merupakan hal yang benar-benar ingin saya capai dalam hidup ini, bahkan dalam waktu dekat ini. Menjadi Sarjana akan memberikan saya kelegaan pada diri sendiri bahwa saya setidaknya sudah membuktikan satu hal bahwa saya mampu melakukan sesuatu yang besar, yaitu lulus tepat waktu dan menjadi Sarjana. Saya berharap kedua orangtua saya akan bangga dan saya berjanji pada diri sendiri untuk lulus dengan nilai yang baik sehingga tidak mengecewakan beliau. Hal itu akan menjadi salah satu keberhasilan yang mampu saya capai dalam hidup.

Mendapatkan Titel Sarjana tentunya hal yang diinginkan oleh banyak orang. Bagi saya, mendapatkan gelar sarjana itu penting, bagi saya hal itu merupakan suatu motivasi untuk pencapaian hidup dan pengalaman yang lebih baik. Itu adalah buah hasil yang melegakan dan membanggakan bagi usaha dan kerja keras saya selama menjalani 4 tahun kuliah. Dan tentunya kuliah adalah kegiatan yang menyenangkan, meskipun juga sulit untuk dijalankan karena banyak menyita waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Namun selama hampir 4 tahun ini, saya berusaha menikmatinya dari semester 1 sampai semester 8 sekarang. Oleh karena itu menjadi Sarjana adalah hal yang sudah saya tunggu-tunggu.

Titel sarjana itu sendiri mungkin akan memberikan saya kesempatan yang besar untuk bisa bekerja nanti, mungkin akan memberikan (setidaknya sedikit) kemudahan bagi saya untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. Dengan titel Sarjana Teknik, tentunya saya ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan yang saya ambil, yaitu Teknik Industri.  Saya berharap dengan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang teknik, dan dengan ‘modal’ titel Sarjana serta ilmu yang saya dapatkan dari akademik dan non-akademik, saya bisa memperoleh gaji/penghasilan yang baik, yang memang layak/seharusnya diperoleh seseorang yang mempunyai gelar Sarjana. Karena bagi saya mendapatkan pekerjaan yang layak dan penghasilan yang baik, akan mengubah hidup siapapun menjadi lebih baik, bahkan meningkatkan taraf hidup seseorang. Dan hal itu jugalah yang saya inginkan dalam hidup saya. 

Kebanyakan orang mencari titel Sarjana sekedar untuk mendapatkan ‘gengsi’ bagi jati dirinya, namun seharusnya tidaklah cukup bagi seseorang mendapatkan pekerjaan dengan hanya bermodalkan gelar Sarjana, tapi tidak dibarengi dengan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan moral dalam bersosialisasi. Bagi saya menjadi seorang Sarjana Teknik Industri, seharusnya mempunyai makna baru bagi hidup, bukan hanya sebagai pelengkap status sosial, namun juga sebagai seseorang yang harus mempunyai tanggung jawab moral yang besar. Dalam hal apapun, terutama dalam pekerjaan yang nantinya akan dijalani sebagai seorang Sarjana atau lulusan Teknik Industri. Jadi, pencapaian terhadap gelar Sarjana dan pekerjaan apapun yang diperoleh karenanya, bukanlah alasan kita untuk menjadi manusia yang sombong, namun justru kita harus selalu bersyukur pada pencapaian apapun yang Tuhan berikan kepada kita selama ini. Menjadi seorang Sarjana atau lulusan Teknik Industri, seharusnya memberikan motivasi kepada kita untuk mampu melakukan hal yang benar-benar berguna bagi banyak orang, bahkan menciptakan sesuatu yang baru untuk keberlangsungan hidup banyak orang dan bagi kebaikan perusahaan tempat kita bekerja nantinya.



Apa arti Kejujuran buat hidup Anda?
            Kejujuran buat saya adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Kejujuran memberikan makna bagi kehidupan kita, terutama dalam hidup sehari-hari. Kejujuran adalah hal yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun yang hidup di dunia ini, hidup jujur sebagai seorang manusia dan hidup jujur sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Menurut saya, kejujuran adalah salah satu sifat manusia yang penuh kebaikan dan seringkali berdampak positif. Setiap manusia yang mempunyai sifat jujur, baik dalam hal kecil maupun hal besar, pasti mempunyai hidup yang jauh lebih baik (terutama dalam rohani-nya) dibandingkan dengan manusia yang suka berbohong dalam hidup sehari-harinya. Kejujuran harus diajarkan pada siapa saja, bahkan pada anak-anak. Sangat penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang nilai-nilai kejujuran dan memberikan contoh yang baik, sedari anak-anak itu masih dini/kecil. Dengan begitu seorang anak dapat tumbuh menjadi manusia yang hidup jujur dan penuh dengan kebaikan.

Bagi saya, dengan berperilaku dan berkata jujur, itu menandakan bahwa kita bertanggung jawab dalam pilihan/keputusan atau tindakan yang telah kita lakukan. Sesuatu terjadi dengan benar, namun kita mengatakan hal yang sebaliknya dengan berbohong, adalah bentuk tindakan yang tidak bertanggung jawab. Tindakan yang akan mengecewakan banyak orang pada akhirnya, termasuk diri sendiri.  Ataupun sebaliknya, sesuatu terjadi dengan salah, namun kita berbohong dengan mengatakan semuanya baik-baik saja, juga akan memberi dampak buruk, mungkin tidak buruk pada saat itu juga, tapi seiring berjalannya waktu kebohongan akan terbongkar dan semuanya tidak akan lagi ‘baik-baik saja’.
Meskipun dengan kejujuran, tidak semua hal yang terjadi dapat berjalan dengan lancar ataupun memberi dampak yang baik. Karena terkadang kejujuran menjadi hal yang menyakitkan bagi sebagian orang. Makna atau maksud dari sesuatu yang ingin disampaikan dalam bentuk kejujuran terkadang justru dapat membuat orang lain sakit hati, meskipun kita sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan orang tersebut. Namun kita harus percaya bahwa dengan berkata dan berperilaku jujur, walaupun tidak selalu baik pada saat itu, tapi semua akan kembali ke jalan yang benar pada saatnya, dan kita akan memetik hikmah yang sungguh baik dan nikmat pada waktunya nanti. Bukankah ada pepatah, “lebih baik jujur tapi menyakitkan, daripada hidup nikmat tapi dalam kebohongan”.

Di jaman sekarang ini, banyak tindakan ketidakjujuran terjadi dimana-mana, bahkan terjadi pada aparat pemerintah yang banyak KKN dengan alasan politik, yang seharusnya justru menjujung tinggi nilai-nilai moral bangsa. Maka sekecil apapun bentuk kejujuran pasti mempunyai arti yang besar. Dan orang yang berani jujur di tengah-tengah maraknya kebohongan adalah orang yang berjiwa besar dan patut dibanggakan, karena kita harus memiliki keberanian yang sangat besar untuk bisa hidup jujur, terutama di jaman sekarang ini.
Jadi, kejujuran bagi hidup saya adalah hal yang perlu selalu saya terapkan dalam hidup. Kejujuran adalah hal yang sangat penting. Kita harus jujur pada siapa saja, terutama pada orangtua, keluarga, pasangan, sahabat, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Dalam hal apapun, baik dalam perilaku maupun kata-kata. Hidup jujur menandakan kita menghargai setiap bentuk kehidupan di bumi ini. Orang akan melihat kita sebagai warisan orangtua kita masing-masing. Hidup jujur dalam keseharian kita, maka secara tidak langsung akan membanggakan orangtua kita, dan itu hal yang sudah sepatutnya dilakukan untuk membuktikan pada siapapun bahwa kita adalah hasil didikan yang baik dari orangtua kita. Bahwa orangtua kita adalah sosok yang harus dihormati karena mengajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anaknya, terutama nilai kejujuran itu sendiri.




Selasa, 31 Maret 2015

TUGAS SOFTSKILL 1: ETIKA PROFESI

ETIKA PROFESI 
(KEPAKARAN SEORANG TEKNIK INDUSTRI, KARAKTER TIDAK BERETIKA, DAN AKTIVITAS TIDAK BERETIKA PROFESIONAL)

Nama: Fransiska Putri Sekarmayang
NPM: 32411950
Kelas: 4ID04

1.  Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri?
Jawab:
Kepakaran dari seorang teknik industri adalah ahli dalam memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada bidang lapangan pekerjaan. Seorang sarjana teknik industri belajar untuk me-manage suatu sistem yang terintegrasi serta memperbaiki sistem tersebut secara berkelanjutan. Dalam melakukan pekerjaannya, aspek yang tentunya harus mampu dikuasai oleh seorang sarjana teknik industri adalah aspek ergonomi, antropologi, optimasi, teori keputusan, manajemen proyek, sistem produksi, pengendalian kualitas, bahkan statistika sebagai dasar ilmu industri. Oleh karena itu sarjana teknik industri dituntun untuk selalu belajar hal-hal yang baru dan berpikiran terbuka, karena ilmu teknik industri berkembang dengan sangat cepat. Kepakaran lain dari seorang sarjana teknik industri yaitu harus mampu melakukan perancangan, analisis, dan perbaikan dari sistem terintegrasi yang terdiri atas elemen-elemen seperti manusia, material, peralatan, biaya, dan energi agar tercapai suatu tujuan tertentu yang optimal, efektif (tepat guna), dan efisien.

2. Tuliskan karakter-karakter tidak beretika menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa)?
Jawab:
1.    Memotong perkataan orang (menyela), hal ini oleh sebagain besar orang dianggap tidak sopan. Ada baiknya kita bersikap santun dengan menunggu lawan bicara selesai berbicara daripada menyela perkataan orang tersebut. Menyela atau memotong perkataan seseorang memungkinkan lawan bicara kita tersinggung dan merasa tidak dihargai, orang yang suka menyela perkataan orang lain akan dianggap hanya memikirkan ego sendiri untuk berbicara dan tidak memikirkan orang lain untuk memberikan kesempatan berbicara hingga selesai.
2.    Menggunakan gadget pada saat rapat atau pada saat perkumpulan, pada jaman sekarang seringkali disebut-sebut istilah “dekat di mata, namun jauh di hati”. Hal ini biasanya dikarenakan adanya teknologi yang semakin berkembang, salah satunya yaitu gadget, dampak buruknya adalah pada saat ada rapat penting di sebuah kantor atau perkumpulan dengan teman atau keluarga, seringkali kita “asyik” dengan dunia sendiri. Hal ini akan dianggap tidak sopan dan orang lain akan berpikir bahwa kita menutup diri dari lingkungan sosial yang sesungguhnya.
3.    Bersendawa ketika makan di tempat umum, bersendawa keras sampai terdengar orang lain, terutama yang sedang berada di sekitarnya akan sangat mengganggu. Selain tidak enak didengar oleh orang sekitar dan dapat menimbulkan rasa mual bagi beberapa orang tertentu yang mendengarnya, juga tidak memungkinkan adanya bau tidak sedap yang tidak enak dihirup.
4.    Berbicara kasar, hal ini tentunya sangat tidak sopan dilakukan dan dapat dikatakan sangat tidak beretika, terutama ketika seseorang sedang berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki jabatan diatasnya. Sebaiknya jagalah perkataan, karena kualitas seseorangpenilaian seseorang selain dilihat dari penampilan, namun yang paling penting adalah dari cara sopan santun dalam berbicara.
5.    Membersihkan kotoran pada hidung atau telinga di depan umum, perilaku ini sama tidak sopannya dengan bersendawa di tempat umum. Hal ini dapat menjadi pemandangan yang tidak sedap dipandang mata oleh siapapun yang melihatnya. Meskipun sebagian orang ada yang menganggap perilaku ini adalah hal yang wajar, namun untuk sebagian besar orang hal ini sangat mengganggu karena dianggap jorok atau tidak bersih.

3. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisa)?
Jawab:
1.    Jurnalis yang menulis berita secara tidak netral dengan memihak pada satu figur, golongan, atau kalangan tertentu. Hal ini merupakan contoh aktivitas tidak beretika yang dilakukan oleh seorang profesional. Seorang jurnalis diharuskan membuat berita yang netral dan tidak memihak pada pihak manapun agar tidak berdampak pada kericuhan ataupun tidak merubah cara pandang para pembaca berita dengan berita yang dirasa tidak adil apabila berpihak pada satu pihak tertentu saja, bisa jadi pihak lain merasa dirungikan.
2.    Hakim yang rela disuap untuk meringankan atau menghilangkan hukuman untuk tersangka dalam suatu kasus kejahatan. Pada jaman sekarang ini dimana-mana telah terjadi tindak korupsi baik di lingkungan sekitar maupun lingkungan profesional, pada pemerintahan misalnya banyak kasus yang memberitakan hakim yang tidak memiliki etika dalam bekerja dengan rela untuk disuap. Hakim haruslah bersikap adil ketika melakukan atau mendakwa suatu keputusan tanpa dipengaruhi ataupun berpihak pada salah satu pihak tertentu. Hakim harus bersikap netral dan berpegang teguh pada hukum yang harusnya ditegakkan.
3.    Operator yang bekerja di bagian QC (quality control) meloloskan suatu produk yang sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini termasuk dalam aktivitas tidak beretika yang dilakukan oleh profesional. Aktivitas ini dapat berdampak sangat buruk bagi perusahaan tempat operator tersebut bekerja. Apabila sampel produk yang cacat tersebut sudah sampai ke tangan konsumen atau pasaran, dan terjadi pengaduan konsumen yang cukup serius maka secara tidak langsung akan menjatuhkan nama baik perusahaan tersebut. Hal ini dalam jangka panjang dapat berakibat pada turunnya kinerja perusahaan dan atau bangkrutnya perusahaan.
4.    Seorang atasan yang melakukan tindakan tidak etis demi kepentingan pribadi. Hal ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang mempunyai wewenang ataupun jabatan tinggi di sebuah perusahaan, misalnya mempengaruhi orang-orang yang berada dalam lingkup pekerjaannya untuk melakukan hal buruk yang serupa dengannya, yang dianggap tidak etis. Hal ini terjadi karena dalam kehidupan sosial seringkali berlaku pedoman tidak tertulis bahwa apa yang dilakukan atasan akan menjadi contoh bagi anak buahnya. Tidak beretika bagi seorang atasan melakukan hal tersebut, apalagi demi kepentingan diri sendiri karena akan merugikan kepentingan perusahaan atau suatu pihak tertentu.
5.    Seorang psikolog yang menceritakan rahasia pribadi subjek/pasiennya kepada orang lain. Hal ini sangat bertentangan dengan kode etik sebagai seorang psikolog. Sudah seharusnya seorang psikolog menjaga kerahasiaan dari cerita pribadi subjek/pasiennya karena hal tersebut mungkin menjadi aib atau pengalaman buruk bagi seseorang, oleh karena itu psikolog harus bersimpati untuk memahami kesukaran-kesukaran pasiennya dengan tidak menceritakan rahasia pribadi si pasien tersebut.

Referensi:
https://diy4h.wordpress.com/40/